Dalam suasana penuh berkah Hari Raya Idul Adha 1447 H, rombongan guru Sekolah Indonesia (Singapura) (SIS) melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Fatah Cabang Kota Batam. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah dan membangun kolaborasi pendidikan antara kedua lembaga. Pada kesempatan tersebut, rombongan SIS yang dipimpin kepala sekolah Bapak Semuel Kuriake Balubun menyampaikan amanah hewan kurban sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dalam merayakan Idul Adha. Kehadiran rombongan disambut dengan hangat oleh pimpinan pondok, Bapak Ustad Yasser Arafat, beserta para santri dan warga pondok dalam suasana yang penuh sukacita, kekeluargaan, dan persaudaraan.
Selain menyerahkan amanah kurban, para guru SIS juga berbagi praktik baik di bidang pendidikan melalui kegiatan penguatan literasi bagi para santri. Salah satu materi yang diperkenalkan adalah Program Kecepatan Efektif Membaca (KEM), sebuah pendekatan yang menggabungkan kemampuan membaca cepat dengan tingkat pemahaman bacaan yang tinggi. Program ini dirancang untuk membantu peserta didik memperoleh informasi secara lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pemahaman terhadap isi bacaan. Dalam era informasi yang berkembang sangat cepat, kemampuan membaca efektif menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh peserta didik untuk mendukung keberhasilan belajar sepanjang hayat.

Kecepatan Efektif Membaca (KEM) merupakan hasil perpaduan antara kecepatan membaca (jumlah kata yang dibaca per menit) dengan tingkat pemahaman terhadap bacaan. Semakin tinggi kecepatan membaca dan semakin baik pemahamannya, maka semakin tinggi pula nilai KEM seseorang. Berbagai penelitian literasi menunjukkan bahwa standar KEM yang baik pada jenjang pendidikan umumnya berada pada kisaran: Sekolah Dasar (kelas tinggi) 140–175 kata per menit (kpm), Sekolah Menengah Pertama 175–245 kpm, Sekolah Menengah Atas 245–325 kpm, dan Perguruan Tinggi 325–400 kpm atau lebih. Data tersebut dapat bervariasi tergantung tingkat kesulitan teks, kebiasaan membaca, serta kemampuan individu dalam memahami isi bacaan.

Pengenalan Program KEM kepada para santri diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan budaya literasi di lingkungan pesantren. Dengan kemampuan membaca yang efektif, peserta didik akan lebih mudah memahami materi pelajaran, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, serta mengelola informasi secara lebih baik. Kegiatan silaturahmi dan berbagi praktik baik ini menjadi wujud komitmen Sekolah Indonesia (Singapura) untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan literasi, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan persaudaraan yang menjadi semangat utama dalam perayaan Idul Adha.


