Pada Kamis, 6 November 2025, Sekolah Indonesia (Singapura) menyelenggarakan Live Class IVECA Secondary Level 2025. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian intercultural exchange program yang telah berlangsung sejak September 2025 melalui platform resmi IVECA. Para peserta dari jenjang SMP yang terpilih sebelumnya telah secara rutin mengikuti kegiatan pembelajaran lintas budaya tersebut. Program ini merupakan bagian dari inisiatif IVECA Global, sebuah organisasi pendidikan internasional yang berbasis di New York. Melalui program ini, siswa dari berbagai negara diberi kesempatan untuk saling berkomunikasi, berkolaborasi, dan mempelajari budaya satu sama lain dalam suasana yang terstruktur dan edukatif. Pada semester ini, Sekolah Indonesia (Singapura) berkesempatan bermitra dengan Daeryun Secondary School dari Korea Selatan. Kolaborasi ini membuka peluang bagi siswa dari kedua negara untuk belajar bersama, berdiskusi, serta bertukar perspektif mengenai kehidupan, budaya, dan lingkungan belajar masing-masing. Live class berlangsung dengan penuh antusiasme. Para siswa dari SIS dan Daeryun Secondary School terhubung secara langsung melalui konferensi video, di mana mereka mempresentasikan hasil kerja kelompok, berdialog dalam bahasa Inggris, serta menyampaikan pandangan terkait tema yang telah dikaji sejak awal semester. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk melatih komunikasi global, meningkatkan rasa percaya diri, dan mengasah kemampuan kolaborasi internasional. Mereka juga dapat mengapresiasi keberagaman budaya, seperti tradisi sekolah, gaya hidup, dan nilai-nilai yang dianut masyarakat Indonesia maupun Korea Selatan. Suasana kelas virtual terasa sangat hidup ketika siswa saling bertanya jawab, berbagi pengalaman, dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap budaya partner sekolah masing-masing. Interaksi yang berlangsung hangat ini menunjukkan bahwa teknologi mampu menyatukan generasi muda lintas negara. Para guru pembimbing dari kedua belah pihak turut memantau dan memberikan dukungan sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka memastikan kelas berjalan dengan lancar serta memberikan umpan balik yang membangun terhadap presentasi dan diskusi para siswa. Melalui program Live Class IVECA ini, diharapkan terjalin hubungan pertemanan global yang lebih kuat di antara siswa SIS dan Daeryun Secondary School. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah berharga bagi siswa untuk menumbuhkan wawasan internasional dan rasa saling menghargai dalam keberagaman budaya. [SRS]
Cultural Exchange Program: Building Friendship Through Culture and Learning
Sekolah Indonesia (Singapura) kembali menggelar kegiatan pertukaran budaya yang penuh makna melalui Cultural Exchange Program bersama Deyi Secondary School. Kegiatan yang berlangsung hangat ini menjadi wadah bagi kedua sekolah untuk saling mengenal, belajar, dan mempererat hubungan persahabatan lintas budaya. Acara diawali dengan suasana penuh keakraban ketika Kepala Sekolah SIS dan Kepala Sekolah De yi Secondary School menyampaikan sambutan resmi. Dalam sambutannya, kedua pemimpin sekolah menekankan pentingnya kolaborasi pendidikan sebagai jembatan pemahaman antarbangsa. Sambutan tersebu t menjadi pembuka yang menyemangati seluruh peserta kegiatan. Momentum istimewa hadir ketika dua siswa Deyi SS menyampaikan pidato inspiratif dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pidato tersebut tidak hanya menunjukkan kemampuan berbah asa mereka, tetapi juga menggambarkan ketertarikan mendalam terhadap budaya Indonesia serta semangat belajar yang tinggi. Suasana persahabatan semakin terasa ketika perwakilan murid Deyi SS dan Ketua OSIS SIS melakukan pertukaran cenderamata. Prosesi sederhana ini menjadi simbol saling menghargai dan memperkuat hubungan baik antara kedua sekolah. Keceriaan tampak jelas dari ekspresi para siswa yang terlibat. Kegiatan semakin menarik saat para siswa mengikuti sesi belajar gamelan bersama. Dipandu oleh guru seni dan siswa kelas XII SIS, peserta dari Deyi SS belajar memainkan alat musik tradisional Indonesia. Momen ini memberikan pengalaman budaya langsung yang tidak hanya edukatif tetapi juga menyenangkan bagi mereka. Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Sekolah Deyi, tiga orang guru pendamping, serta dua belas siswa yang mewakili sekolah. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala S ekolah SIS, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, guru seni, empat pengurus OSIS, dan enam siswa kelas XII yang turut membantu jalannya program. Selama kegiatan berlangsung, interaksi antar siswa terlihat sangat natural dan penuh antusias. Mereka saling berbagi cerita mengenai kehidupan sekolah, budaya, serta pengalaman belajar di masing-masing negara. Pertukaran ini menjadi bukti bahwa pendidikan dapat menjadi sarana mempererat hubungan antar generasi muda. Melalui kegiatan Cultural Exchange Program ini, SIS dan Deyi Secondary School berharap dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama di masa depan. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi pengembangan wawasan global dan kecintaan terhadap budaya bagi seluruh siswa. [SRS]
Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS
Pada Jumat, 7 November 2025, Sekolah Indonesia (Singapura) melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS bagi para pengurus OSIS yang baru dilantik. Kegiatan ini menjadi agenda penting dalam menyiapkan generasi pemimpin muda yang siap menjalankan amanah organisasi di tingkat sekolah. Kegiatan dimulai dengan acara pembukaan oleh Kepala Sekolah yang berlangsung khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian pembukaan dengan penuh antusias, menandai dimulainya proses pembinaan karakter dan kepemimpinan yang akan dijalani sepanjang kegiatan. Setelah pembukaan, para peserta menerima materi Leadership dari Kepala Sekolah. Dalam penyampaian materinya, Kepala Sekolah menekankan pentingnya nilai tanggung jawab, kerja sama, dan integritas sebagai fondasi utama seorang pemimpin. Para pengurus OSIS terlihat menyimak dengan penuh perhatian. Suasana semakin hidup ketika peserta mengikuti games seru yang dirancang untuk melatih kekompakan, kreativitas, serta kemampuan problem solving. Kegiatan ini menjadi sarana penyegaran sekaligus mempererat hubungan antaranggota OSIS baru. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi khusus dari tiap bidang OSIS yang disampaikan oleh guru pembina terkait. Materi ini membantu para pengurus memahami tugas, peran, dan program masing-masing bidang sehingga mereka mampu menjalankan fungsinya secara optimal. Salah satu momen paling menarik adalah Sedotan Bridge Challenge, sebuah tantangan kreatif yang mendorong peserta untuk membangun jembatan dari sedotan. Aktivitas ini melatih keterampilan berpikir kritis, perencanaan, serta kerja sama tim dalam waktu terbatas. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyematan badge OSIS kepada seluruh pengurus baru. Penyematan ini menjadi simbol resmi bahwa mereka telah siap mengemban tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi siswa di Sekolah Indonesia (Singapura). Kegiatan LDK OSIS ditutup dengan upacara penutupan yang berlangsung tertib dan penuh makna. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk pemimpin muda yang berintegritas, penuh semangat, dan siap membawa perubahan positif bagi lingkungan sekolah. [SRS]
Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Ragam Lomba Kreatif dan Edukatif
Singapura – Dalam semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Sekolah Indonesia Singapura (SIS) menggelar rangkaian kegiatan yang penuh khidmat sekaligus meriah pada Jumat (5/9/2025). Acara yang diikuti oleh seluruh siswa dari jenjang SD hingga SMA ini dimeriahkan dengan berbagai lomba bernuansa Islami yang menggabungkan unsur edukasi, seni, dan kreativitas. Adapun lomba-lomba yang digelar meliputi kaligrafi, ceramah agama, nasyid, cerdas cermat keislaman, tebak gambar Islami, serta fashion show busana ala Arab. Setiap lomba dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus mengasah potensi siswa dalam berbagai bidang, baik intelektual maupun seni. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Indonesia Singapura, Bapak Semuel Kuriake Balubun, menekankan bahwa peringatan Maulid bukan sekadar perayaan, melainkan momentum penting untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa tidak hanya memahami sejarah Nabi, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai kejujuran, kasih sayang, kesabaran, dan keadilan yang beliau contohkan,” ujarnya. Sebagai pembimbing Rohani Islam (Rohis) sekolah, Bapak Syamsur Rohman Syarofi turut memastikan bahwa seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan bermakna. Ia menjelaskan bahwa setiap lomba memiliki tujuan edukatif yang spesifik—mulai dari melatih ekspresi spiritual lewat kaligrafi dan nasyid, hingga mengasah pengetahuan keislaman melalui cerdas cermat dan tebak gambar. “Fashion show busana ala Arab, misalnya, bukan hanya ajang tampil gaya, tapi juga sarana memperkenalkan budaya Islam secara positif dan menghargai keragaman dalam ekspresi berpakaian yang sesuai syariat,” tambah Bapak Syamsur. Antusiasme terlihat jelas di wajah para siswa yang berpartisipasi dengan penuh semangat. Suasana aula SIS pun berubah menjadi panggung kebersamaan yang penuh warna, doa, dan tawa—semua dalam bingkai cinta kepada Rasulullah. Acara ditutup dengan doa bersama dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba. Peringatan Maulid Nabi di Sekolah Indonesia Singapura kali ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah, menanamkan nilai-nilai akhlak mulia, serta membangun generasi muslim yang cerdas, kreatif, dan berbudi luhur di tengah masyarakat multikultural Singapura. (SRS)
Seminar Batik “Batikku Kebanggaanku” di Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd.
Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional tahun 2025, Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd. bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Singapura menggelar seminar bertema “Batikku Kebanggaanku”. Acara yang berlangsung meriah di aula sekolah pada Jumat, 19 September 2025 ini diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA, yang antusias menyimak setiap materi yang disampaikan. Seminar ini tidak hanya bertujuan untuk memperingati hari bersejarah tersebut, tetapi juga menanamkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa Indonesia. Tema “Batikku Kebanggaanku” dipilih untuk menguatkan identitas budaya di kalangan pelajar Indonesia di luar negeri. Melalui seminar ini, panitia berharap para siswa dapat memahami filosofi,sejarah, dan keunikan motif batik Nusantara, sekaligus mendorong mereka untuk aktif melestarikan dan mempromosikan batik dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat internasional tempat mereka tinggal. Sebagai narasumber utama, hadir Toni Sugiarta, Founder and Creator of aNERD, sebuah brand lokal yang sukses mengangkat batik ke ranah modern dan global. Dalam paparannya, Toni membagikan pengalaman bagaimana ia mengolah motif tradisional menjadi desain kontemporer yang diminati generasi muda. Ia juga menekankan pentingnya inovasi tanpa menghilangkan esensi budaya, serta mengajak siswa untuk melihat batik bukan hanya sebagai pakaian, tetapi sebagai medium ekspresi identitas dan kreativitas. Turut hadir pula Ibu Noeri Widowati Pratomo, Ketua DWP KBRI Singapura, yang dalam sambutannya menekankan peran penting ibu-ibu DWP dalam mendukung pelestarian budaya, termasuk melalui kegiatan edukatif seperti seminar ini. “Batik adalah warisan tak benda yang diakui UNESCO. Tugas kita bersama, terutama generasi muda, untuk menjaga dan mengembangkannya agar tetap relevan di era globalisasi,” ujarnya penuh semangat, disambut tepuk tangan meriah dari para peserta. Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd., Bapak Samuel Kuriake Balubun, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama antara sekolah dan DWP KBRI Singapura. “Kami percaya, pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan jati diri. Melalui acara seperti ini, kami ingin siswa-siswi kita tumbuh menjadi duta budaya yang bangga akan akar budayanya, bahkan ketika mereka berada jauh dari tanah air,” tuturnya dengan penuh harap. Selain seminar, acara juga dimeriahkan dengan sesi tanya jawab interaktif, pameran mini motif batik dari berbagai daerah, serta workshop singkat membatik menggunakan media kertas. Para siswa tampak antusias mencoba teknik membatik sederhana dan berdiskusi langsung dengan narasumber. Beberapa siswa bahkan menyatakan keinginan untuk membuat komunitas pecinta batik di sekolah mereka sebagai tindak lanjut dari acara ini. Seminar “Batikku Kebanggaanku” ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan kepada narasumber dan panitia, serta foto bersama seluruh peserta dengan mengenakan batik. Acara ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian kegiatan budaya yang lebih besar di Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd., sekaligus menjadi momentum bagi para pelajar untuk terus menggali, mencintai, dan membanggakan warisan budaya bangsa, di mana pun mereka berada. (SRS)
Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd. Mendapat Pendampingan Pengawas SILN untuk Implementasi Pembelajaran Mendalam
Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd. (SIS) beserta seluruh SILN saat ini masing-masing mendapat pendampingan dari 1 (satu) orang Pengawas dan 1 (satu) tenaga teknis Kemdikdasmen, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1151/B3/GT.03.00/2025. Pengawas Pendamping untuk SIS adalah ibu Ibu Ismijati Juni Susanti. Bersama beliau, SIS secara rutin mendapatkan pendampingan sebanyak dua kali per bulan melalui pertemuan daring, dengan tujuan untuk mendukung SIS melakukan penyelarasan dengan berbagai kebijakan terbaru di bidang pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, termasuk menyusun/ menyelaraskan dokumen Kurikulum Sekolah Indonesia (Singapura) yang akan berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan layanan pendidikan di sekolah. Sehingga SIS dapat memberikan layanan pendidikan terbaik sesuai standar pendidikan nasional bagi putra-putri Indonesia yang berada di Singapura. Pada pertemuan pendampingan kedua (Rabu 10/09/2025), SIS memperoleh pendampingan terkait pelaksanaan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kepala Sekolah SIS, Bapak Semuel Kuriake Balubun, menyambut baik inisiatif tersebut dan mengajak seluruh guru serta tenaga kependidikan untuk aktif berpartisipasi, menyimak dan selanjutnya mengimplementasikan pendekatan pembelajaran mendalam di kelas. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu menjadi langkah awal dalam memperkuat kualitas pembelajaran di SIS melalui pendampingan dan supervisi yang berkesinambungan. Salah satu materi utama yang disampaikan adalah kerangka Pembelajaran Mendalam 8-3-3-4, yakni sebuah pendekatan yang menekankan pengembangan karakter dan kompetensi siswa secara holistik. Kerangka tersebut mencakup: 1.8 Dimensi Profil Pelajar Pancasila •Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME •Kewargaan global •Penalaran kritis •Kreativitas •Kolaborasi •Kemandirian •Kesehatan •Komunikasi 2.3 Prinsip Pembelajaran •Berkesadaran (Mindful): siswa memahami tujuan belajar dan mengembangkan strategi belajarnya. •Bermakna (Meaningful): materi pembelajaran relevan, kontekstual, dan bermanfaat. •Menggembirakan (Joyful): lingkungan belajar menyenangkan dan memicu rasa ingin tahu. 3.3 Pengalaman Belajar •Memahami: menyelami konsep secara mendalam. •Mengaplikasikan: menerapkan ilmu dalam konteks nyata. •Merefleksikan: meninjau kembali proses dan hasil pembelajaran. 4.4 Kerangka Pendukung •Praktik pedagogik •Kemitraan pembelajaran •Lingkungan belajar •Pemanfaatan digital Dengan pendampingan rutin ini, diharapkan seluruh pendidik di SIS dapat semakin terarah dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam, sehingga para siswa dapat berkembang tidak hanya secara akademis tetapi juga dalam karakter, keterampilan, dan kompetensi abad ke-21. (SRS)
Dubes Suryo Pratomo Apresiasi Kinerja Guru SIS, Tegaskan Peran Strategis Pendidik Seiring Perpanjangan Kontrak Lahan Sekolah
Singapura, 13 Agustus 2025 — Dalam rangka evaluasi dan penyelarasan program pendidikan, Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd., disingkat (SIS) menggelar Rapat Triwulan Guru dan Staf yang dihadiri langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Yang Mulia Bapak Suryo Pratomo, serta Pelaksana Tugas Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Plt Atdikbud) KBRI Singapura, Ibu Bianca Simatupang. Kegiatan yang berlangsung di kantor SIS tersebut menjadi momentum penting bagi penyampaian laporan perkembangan institusi sekaligus arahan strategis dari perwakilan pemerintah Indonesia di Singapura. Dalam laporannya, Kepala Sekolah SIS, Semuel Kuriake Balubun, memaparkan capaian dan rencana pengembangan layanan pendidikan yang telah dan akan dilaksanakan oleh sekolah. Ia menekankan komitmen SIS dalam menjaga kualitas pendidikan berstandar nasional di tengah tantangan lingkungan internasional. “Kami terus berupaya meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat keterlibatan orang tua, serta memastikan lingkungan sekolah yang inklusif dan inspiratif bagi seluruh peserta didik,” ujar Semuel. Dubes Bapak Suryo Pratomo dalam arahannya memberikan apresiasi atas dedikasi guru dan staf SIS yang dinilai turut menjaga harkat dan martabat pendidikan Indonesia di luar negeri. Ia menekankan pentingnya peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai panutan dan teladan. “Guru adalah sosok yang digugu dan ditiru. Di hadapan siswa, setiap kata dan perilaku guru menjadi cermin nilai-nilai luhur bangsa,” tegas Dubes. Lebih lanjut, Dubes menyoroti tanggung jawab guru dalam membentuk karakter generasi muda yang cinta tanah air, beretika, dan kompetitif secara global. Ia mendorong para pendidik untuk terus mengembangkan diri, memanfaatkan teknologi, serta menjaga semangat kebangsaan meski berada jauh dari tanah air. Dalam kesempatan yang penuh kehangatan tersebut, Dubes Bapak Suryo Pratomo juga membawa kabar gembira bagi seluruh warga SIS. Ia memberitahukan bahwa permohonan perpanjangan kontrak sewa lahan gedung SIS telah disetujui dan dananya telah tersedia. “Ini merupakan kabar baik yang sangat penting bagi keberlangsungan dan kepastian hukum operasional SIS ke depan,” ujarnya. Perpanjangan kontrak sewa lahan sekolah tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap keberadaan lembaga pendidikan Indonesia di luar negeri, khususnya di Singapura yang memiliki jumlah warga negara Indonesia cukup signifikan dan yang lebih penting karena Singapura merupakan negara dengan nilai investasi tertinggi di Indonesia, berkat dukungan KBRI dan diaspora Indonesia. Plt. Atdikbud KBRI Singapura, Ibu Bianca, turut menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan SIS dan KBRI guna memastikan pelaksanaan program pendidikan berjalan optimal. “Kami siap mendukung inovasi kurikulum, pelatihan guru, dan peningkatan fasilitas belajar mengajar,” katanya. Rapat triwulan yang diikuti oleh seluruh guru dan staf SIS berlangsung secara interaktif dan penuh semangat. Acara ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen bersama dalam mencerdaskan generasi bangsa di manapun berada. (SRS)
Rapat Kerja Hybrid SIS 2025/2026: Menyatukan Visi, Menyusun Aksi
Dalam semangat partisipatif dan kolaboratif Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd. menyelenggarakan Rapat Kerja Hybrid pada hari Senin 23 s.d. 25 Juni 2025, bertempat di Ruang Rapat SIS, dengan dihadiri secara luring dan daring oleh seluruh unsur ekosistem pendidikan sekolah. Acara ini secara resmi dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, H.E. Suryo Pratomo, yang memberikan arahan strategis mengenai pentingnya sinergi antara visi pendidikan nasional dan karakteristik khas komunitas Indonesia di luar negeri. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Singapura, Komite Sekolah, perwakilan OSIS, serta seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan SIS. Rapat kerja ini menjadi forum reflektif dan proyektif untuk menyusun Program Kerja dan Anggaran Sekolah Tahun Ajaran 2025/2026. Penyusunan program didasarkan pada analisis Raport SIS tahun 2025, yang berlandaskan hasil Asesmen tahun 2024 dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Fokus utama diskusi adalah pada identifikasi capaian, tantangan, dan rekomendasi benahi sebagai pijakan peningkatan mutu layanan pendidikan. Para peserta secara aktif terlibat dalam merumuskan langkah-langkah strategis yang mempertimbangkan konteks lingkungan belajar, daya dukung sekolah, serta aspirasi komunitas. Diharapkan hasil dari rapat ini mampu mendorong lahirnya terobosan inovatif dan program-program transformatif, mulai dari penataan layanan belajar hingga penguatan karakter pelajar dalam kerangka Profil Lulusan terbaru yang dirilis oleh Kemendikdasmen tahun 2025 dikenal sebagai Profil Lulusan Berdimensi 8. Ini merupakan pengembangan dari konsep sebelumnya (Profil Pelajar Pancasila) dan menjadi acuan utama dalam merancang capaian pembelajaran di setiap jenjang pendidikan, antara lain: Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME Menunjukkan penghayatan nilai-nilai spiritual dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Kewargaan Memiliki rasa cinta tanah air, menghargai keberagaman, dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Penalaran Kritis Mampu berpikir logis, analitis, dan reflektif dalam mengevaluasi informasi dan menyelesaikan masalah. Kreativitas Mampu menghasilkan ide-ide orisinal dan solusi inovatif yang bermanfaat. Kolaborasi Mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain, menghargai perbedaan, dan membangun sinergi. Kemandirian Tangguh, percaya diri, dan mampu mengelola diri serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Kesehatan Menjaga kesehatan fisik dan mental, serta memiliki kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat. Komunikasi Mampu menyampaikan ide dan informasi secara efektif, baik lisan maupun tulisan, dalam berbagai konteks. Dimensi ini menjadi dasar dalam menyusun kurikulum, asesmen, dan strategi pembelajaran yang lebih mendalam dan kontekstual yang perlu diadaptasikan oleh Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd., dengan integrasi pelaksanaan layanan belajar mendalam (deep learning) serta optimalisasi Kecerdasan Artifisial (AI) dalam perencanaan pembelajaran dan Asesmen dan berbagai kebijakan Kemdikdasmen lainnya. Melalui forum ini, SIS kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif, reflektif, dan berorientasi mutu—sekaligus menjadi rumah belajar yang memadukan identitas kebangsaan dengan daya saing global.