Pada Sabtu sore, 15 Juni 2025, halaman depan The Fullerton Hotel, Singapura, dipenuhi semangat merah putih. Murid-murid Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd. dari kelas 3 hingga 6, bersama pelajar, mahasiswa, dan masyarakat diaspora Indonesia, bersatu menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam rangka kunjungan kenegaraan dan Leaders’ Retreat bersama Pemerintah Singapura. Dengan mengenakan seragam batik biru dan membawa bendera kecil di tangan, para siswa berbaris rapi dan berseri-seri. Wajah-wajah penuh semangat itu menyambut Presiden dengan lambaian dan sorakan antusias, “Slamat Datang Bapak, Slamat Datang Bapak, Slamat Datang Bapak Presiden” bersahut-sahutan. Momen ini menjadi haru ketika Presiden Prabowo secara spontan menghampiri barisan murid, bertanya tentang cita-cita mereka, dan—yang tak akan pernah terlupakan—memberikan hormat kepada anak-anak yang menyambutnya. “Pak Presiden spontan kasih hormat ke kami!, rasanya seperti mimpi, terus Pak Presiden tanya cita-cita kami, saya jawab mau jadi tentara Pak,” ujar Raif dari kelas 4, dengan bangga. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Bagi murid-murid SIS Ltd., ini menjadi pengalaman nyata tentang pentingnya semangat nasionalisme, diplomasi antarnegara, dan penghargaan terhadap generasi muda sebagai penerus bangsa. Mereka tidak hanya melihat Presiden dari layar TV, tetapi menjadi bagian dari sejarah, menyambut langsung pemimpin negara tercinta. Kepala Sekolah dan para guru yang mendampingi mengatakan bahwa, “Ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga pembelajaran hidup. Anak-anak belajar tentang bagaimana para pemimpin negara menjalin hubungan antarnegara, dan bagaimana masyarakat Indonesia bersatu di tanah perantauan.” Kunjungan Presiden Prabowo ke Singapura meninggalkan kesan mendalam—tak hanya di level diplomasi, tapi juga di hati anak-anak Indonesia. Mereka pulang dengan semangat baru untuk terus belajar, berkontribusi, dan mencintai tanah air, di manapun mereka berada.
SIS Canangkan Diri sebagai ZONA INTEGRITAS dalam HUT ke-56: Menyatukan Semangat Kebangkitan dan Keteladanan
Dalam suasana penuh semangat memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan ulang tahun ke-56 Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd. (SIS), seluruh warga sekolah menorehkan sejarah baru melalui pencanangan SIS sebagai Zona Integritas. Momentum bersejarah ini menjadi wujud nyata komitmen kolektif dalam mewujudkan budaya antikorupsi dan tata kelola pendidikan yang berkeadilan dan bermartabat. ✨ Tindak Lanjut Strategis dari SPI KPK Langkah ini merupakan respons konkret terhadap hasil Survey Integritas Pendidikan (SPI) tahun 2024 yang dipublikasikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). SPI mengukur tingkat integritas dalam ekosistem pendidikan, mulai dari peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, hingga aspek kepemimpinan dan pengelolaan institusi. Temuan-temuan dari survei tersebut menjadi cermin sekaligus pemicu bagi SIS untuk memperkuat nilai kejujuran, tanggung jawab, dan profesionalisme di setiap lini. 🤝 Penandatanganan Komitmen Bersama: Simbol Kesatuan Integritas Dalam sebuah seremoni khidmat yang berlangsung di aula sekolah, seluruh pemangku kepentingan menandatangani komitmen bersama menuju Zona Integritas SIS. Prosesi ini dipimpin langsung oleh: H.E. Suryo Pratomo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Plt. Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Ibu Bianca Simatupang Para Atase Teknis dari KBRI Singapura: Kepolisian, Kejaksaan, Pertahanan, dll. Koordinator Fungsi KBRI Singapura Perwakilan Komite Sekolah, orang tua, guru, dan peserta didik Penandatanganan ini tak hanya bersifat simbolik, tetapi juga sebagai bentuk deklarasi moral untuk mengintegrasikan prinsip integritas ke dalam seluruh aspek kegiatan sekolah, mulai dari pembelajaran hingga manajemen operasional. Kolaborasi Nilai Kebangsaan dan Pendidikan Global Berbarengan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, pencanangan Zona Integritas di SIS mencerminkan tekad untuk melahirkan generasi diaspora Indonesia di luar negeri yang berkarakter kuat, berwawasan global, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Dalam sambutannya, Dubes RI menyampaikan, “Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat menanamkan nilai kehidupan. Langkah ini merupakan investasi karakter bangsa di masa depan.” 🎯 Ke Depan: Implementasi yang Terukur dan Berkelanjutan Pencanangan ini akan ditindaklanjuti dengan serangkaian program penguatan integritas, pelatihan etika untuk seluruh warga sekolah, serta pembentukan sistem pelaporan dan pengawasan internal yang partisipatif. SIS bertekad menjadikan integritas sebagai budaya, bukan sekadar formalitas.
Anugerah Dharma Bakti Pendidikan
Dharma Wanita Persatuan KBRI Singapura Dianugerahi Piagam Dharma Bhakti Pendidikan dalam Perayaan HUT SIS ke-56 Singapura, 21 Mei 2025 – Dalam momentum istimewa Perayaan Hari Ulang Tahun Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd. yang ke-56, Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Singapura menerima Piagam Dharma Bhakti Pendidikan sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif dan berkelanjutan dalam mendukung layanan pendidikan bagi putra-putri Indonesia di Singapura. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala Sekolah SIS, Bapak Semuel Kuriake Balubun, kepada Ketua DWP KBRI Singapura, Ibu Noeri W. Suryo Pratomo, dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Gedung Hall SIS. Piagam ini menjadi simbol penghargaan atas perhatian, kepedulian, dan komitmen tinggi DWP KBRI Singapura dalam mendampingi berbagai program pendidikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan nilai-nilai Dharma Wanita serta visi pendidikan nasional kabinet Merah Putih. Selama ini, DWP KBRI Singapura telah menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai program pendampingan yang berdampak positif terhadap ekosistem pendidikan di SIS. Konsistensi dalam mendukung penguatan kapasitas siswa, pendidik, dan komunitas sekolah menjadi bukti nyata implementasi nilai-nilai yang mereka junjung tinggi. Dengan penganugerahan ini, seluruh warga sekolah menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dukungan yang telah diberikan, serta berharap kerja sama yang erat antara DWP KBRI Singapura dan SIS terus berlanjut demi terwujudnya pendidikan berkualitas bagi generasi penerus bangsa di Singapura. Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan ulang tahun sekolah, tetapi juga momentum untuk menegaskan komitmen bersama dalam membangun masa depan pendidikan yang lebih baik.
Jayden Raih Piagam Sahabat Inspiratif SIS
Jayden Christian Budiman Raih Penghargaan Sahabat Inspiratif Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd. Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd. merayakan ulang tahunnya yang ke-56 dengan penuh semangat kebangsaan dan kebersamaan dalam sebuah acara istimewa yang berlangsung di Hall SIS. Salah satu momen berharga dalam perayaan ini adalah penganugerahan Piagam Penghargaan Sahabat Inspiratif kepada Jayden Christian Budiman, seorang siswa Indonesia yang bersekolah di Anglo Chinese School (ACS), Singapura, pada jenjang Secondary 4. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan komitmen luar biasa Jayden dalam membimbing rekan-rekannya dari Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd. dalam mempersiapkan Tim Debat Bahasa Inggris. Selama lebih dari satu tahun, Jayden secara konsisten meluangkan waktunya untuk melatih siswa-siswa SIS, meskipun ia memiliki jadwal akademik yang padat di ACS. Kecintaannya terhadap tanah air serta semangat kebangsaan yang tinggi menjadi motivasi utama dalam menjalankan inisiatif ini. Dalam sambutannya, bapak Semuel Kuriake Balubun selaku kepala Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd., atas nama seluruh warga sekolah mengucapkan rasa terima kasih kepada Jayden atas kontribusi yang tidak hanya meningkatkan keterampilan debat para siswa, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan semangat perjuangan di antara mereka. “Jayden adalah inspirasi bagi kita semua. Dedikasinya mencerminkan semangat gotong royong dan nasionalisme yang luar biasa,” ungkap salah satu guru SIS. Acara penganugerahan ini menjadi bagian dari perayaan yang lebih luas, yang mencakup berbagai kegiatan edukatif dan kebudayaan yang bertujuan mempererat hubungan antar siswa dan alumni serta meneguhkan nilai-nilai kebangsaan dalam komunitas pendidikan Indonesia di Singapura. Dengan penghargaan ini, Jayden semakin membuktikan bahwa kepedulian terhadap sesama serta komitmen terhadap pendidikan dapat menjadi bagian dari kontribusi nyata bagi bangsa, bahkan dari luar negeri. Semoga semangat dan dedikasi Jayden terus menginspirasi generasi muda Indonesia di manapun mereka berada.
Inspiring Talk: What to prepare for your future study
Kolaborasi Dharma Wanita Persatuan KBRI Singapura dan SIS: “Inspiring Talk” untuk Masa Depan Pendidikan Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd. (SIS) bersama Dharma Wanita Persatuan KBRI Singapura sukses menyelenggarakan kegiatan Inspiring Talk: What to Prepare for Your Future Study. Acara ini menghadirkan narasumber istimewa, Ibu Dyah Yekti Utami, MA, yang berbagi wawasan penting tentang persiapan studi lanjut bagi para siswa. Siswa kelas 10 dan 11 SIS menunjukkan antusiasme yang luar biasa, tidak hanya sebagai pendengar tetapi juga dengan aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait perencanaan dan persiapan menuju jenjang pendidikan berikutnya. Semoga melalui diskusi ini, para siswa semakin terdorong untuk membangun komunikasi dengan orang tua dan mulai merancang masa depan akademik mereka. Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menghadapi tantangan kelas 12 dan proses seleksi perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Kepala SIS menyampaikan apresiasi mendalam kepada DWP KBRI Singapura bidang Pendidikan atas perhatian dan pendampingan yang berkelanjutan dalam meningkatkan layanan pendidikan bagi putra-putri Indonesia di Singapura. Semangat terus mengejar cita-cita dan meraih impian!
Perencanaan Berbasis Data (PBD) melalui Telaah Rapor Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd. Tahun 2025
Perencanaan Berbasis Data (PBD) melalui Telaah Rapor Sekolah Indonesia Singapura Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd.telah melaksanakan kegiatan telaah Rapor Sekolah tahun 2025 untuk jenjang SD, SMP, dan SMA berdasarkan hasil Asesmen Nasional tahun 2024. Dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah (Bapak Semuel Kuriake Balubun) dan diikuti oleh seluruh guru serta tenaga kependidikan SIS, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyusun program kerja berbasis data guna meningkatkan mutu layanan pendidikan. Sebagai bentuk transparansi dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, Rapor Sekolah juga disampaikan kepada orang tua siswa serta Komite Sekolah untuk menggalang saran, masukan, serta dukungan partisipatif dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Perencanaan Program Kerja Berbasis Data: Solusi Adaptif terhadap Tantangan Pendidikan Pendekatan berbasis data dalam perencanaan program kerja sekolah tahun Pelajaran 2025/2026 akan memberikan manfaat besar, terutama dalam menghadapi tantangan seperti keterbatasan jumlah guru, penyelenggaraan pendidikan pada tiga jenjang secara simultan, serta terbatasnya dukungan prasarana. Beberapa manfaat utama dari pendekatan ini antara lain: Analisis Akurat untuk Pengambilan Keputusan Dengan hasil Asesmen Nasional sebagai acuan, sekolah dapat mengidentifikasi aspek pembelajaran yang perlu ditingkatkan, serta merancang solusi yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa. Efisiensi dalam Pemanfaatan Sumber Daya Data yang terstruktur memungkinkan distribusi tugas guru dan tenaga kependidikan secara optimal, serta mendorong penerapan metode pembelajaran berbasis teknologi guna mengatasi keterbatasan prasarana. Kesinambungan Kurikulum Antarjenjang Telaah rapor membantu sekolah dalam menyusun kurikulum yang lebih terintegrasi, memastikan kelancaran transisi akademik bagi siswa dari tingkat SD ke SMP hingga SMA. Penguatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan Hasil telaah digunakan sebagai dasar dalam perancangan program pelatihan guru dan tenaga kependidikan, sehingga mereka lebih siap dalam menghadapi tantangan pembelajaran di lingkungan multijenjang. Dukungan dan Partisipasi Aktif Orang Tua serta Komite Sekolah Keterlibatan orang tua dan Komite Sekolah menjadi elemen penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat. Masukan dan dukungan mereka membantu sekolah dalam menetapkan kebijakan yang lebih inklusif dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan. Melalui sinergi antara sekolah, orang tua, dan Komite Sekolah, Sekolah Indonesia (Singapura) Ltd. berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh siswa. Dengan berbasis pada data yang akurat serta pendekatan partisipatif, sekolah optimis bahwa program kerja yang disusun akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan akademik dan karakter siswa.
Program Pemantauan Status Gizi Siswa (PSGS)
Program Pemantauan Status Gizi Siswa (PSGS) untuk Dukung Anak Indonesia Hebat Dalam komitmennya untuk mencetak generasi unggul, Sekolah Indonesia (Singapura) resmi meluncurkan Program Pemantauan Status Gizi Siswa (PSGS) sebagai bagian dari implementasi Program Anak Indonesia Hebat yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, antara lain: Makan Sehat dan Bergizi – Memastikan tumbuh kembang optimal serta mendukung perkembangan otak dan daya konsentrasi. Tidur Cepat – Mendukung kesehatan fisik dan mental serta meningkatkan fokus dan daya ingat. Bangun Pagi – Melatih disiplin, menghargai waktu, dan meningkatkan produktivitas. Beribadah – Menanamkan nilai spiritual, moral, dan etika dalam kehidupan sehari-hari. Berolahraga – Menjaga kesehatan fisik, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membangun ketahanan mental. Gemar Belajar – Mendorong rasa ingin tahu, kreativitas, dan semangat mengembangkan potensi diri. Bermasyarakat – Mengajarkan kepedulian sosial, kerja sama, dan keterlibatan dalam komunitas. Program ini merupakan inovasi yang dikembangkan oleh kepala sekolah Bapak Semuel Kuriake Balubun beserta dewan guru SIS untuk mengintegrasikan pemantauan gizi dengan prestasi akademik, sejalan dengan moto sekolah: “Ilmu, Iman, Imun, Amal, dan Berwawasan Global”. Melalui PSGS, sekolah akan secara berkala mengumpulkan data tinggi dan berat badan siswa, kemudian menampilkannya dalam grafik pertumbuhan yang disertakan dalam Laporan Hasil Belajar setiap akhir semester. Dengan pendekatan ini, orang tua tidak hanya mendapatkan informasi akademik anak, tetapi juga gambaran kesehatan fisiknya. Melalui program ini, sekolah ingin secara lebih partisipatif mengoptimalkan peran orang tua dalam pemenuhan nutrisi yang diperlukan anak untuk meningkatkanpotensi pencapaian hasil belajar yang lebih optimal dengan memperhatikan pemenuhan nutrisi, ketercukupan waktu tidur (istirahat) dan berolahraga serta berdoa maupun bersosialisasi, dan lain-lain. Nutrisi yang Baik: Fondasi Prestasi dan Kesejahteraan Penelitian telah menunjukkan bahwa status gizi yang baik berkontribusi langsung terhadap keberhasilan akademik, perkembangan mental, kesejahteraan spiritual, serta kesehatan fisik. Asupan nutrisi yang tepat membantu dalam: Meningkatkan daya konsentrasi dan kemampuan berpikir kritis. Memperkuat daya tahan tubuh sehingga siswa lebih jarang sakit dan bisa mengikuti pembelajaran dengan optimal. Mendorong keseimbangan emosi, mengurangi stres, dan meningkatkan motivasi belajar. Mendukung perkembangan otak dalam menyerap informasi lebih efektif. Membentuk karakter tangguh, selaras dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, termasuk disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar. Mencegah Stunting dengan Pemantauan Progresif Salah satu tujuan utama PSGS adalah mengidentifikasi risiko stunting sejak dini. Dengan memantau tinggi dan berat badan siswa secara berkala, sekolah membantu orang tua dalam mengambil langkah preventif yang sederhana namun efektif. Grafik perkembangan anak dapat memberikan gambaran visual yang jelas mengenai pertumbuhan mereka, sehingga deteksi dini terhadap ketidakseimbangan gizi bisa dilakukan sebelum berdampak pada kesehatan dan prestasi akademik. Membentuk Generasi yang Sehat dan Berdaya Saing Program PSGS diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah lainnya, menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang kesejahteraan siswa secara holistik. Dengan sinergi antara ilmu, iman, imun, amal, dan wawasan global, Sekolah Indonesia (Singapura) berkomitmen untuk menciptakan anak-anak yang sehat, cerdas, serta siap menghadapi tantangan global. Melalui pendekatan ini, sekolah tidak hanya membangun generasi akademisi unggul, tetapi juga pemimpin masa depan yang memahami pentingnya menjaga kesehatan, berpikir cerdas, dan bertindak dengan penuh kesadaran terhadap lingkungan serta masyarakat sekitarnya.
Kelas Inspirasi Special bersama Pak Dubes Suryo Pratomo : Gugah Nasionalisme Anak Bangsa
“…Pelajari hal yang baru tanpa harus meninggalkan budaya Indonesia. Tekun dan konsisten belajar, terapkan hal yg baik untuk kemajuan bangsa…” Cuaca yang cerah menandai dimulainya kelas inspirasi pagi ini. Sangat spesial karena Bapak Duta Besar LBBP RI untuk Singapura, Bapak Suryo Pratomo berkenan hadir sebagai pembicara, didampingi Atdikbud KBRI Singapura, Bapak IGAK Satrya Wibawa. Kelas inspirasi diawali dengan sambutan dari Ibu Kepala Sekolah, Ibu Yenny Dwi Maria. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih dan menyambut dengan suka cita serta rasa syukur atas kehadiran Pak Dubes pagi ini. Semangat Pagi! Semangat Pagi! Semangat Pagi! Pak Dubes menyapa siswa-siswi dengan penuh semangat. Pak Dubes mengawali penyampaian materi dengan memaparkan data-data faktual yang menggugah rasa kebangsaan dan kecintaan terhadap Bangsa Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa Singapura merupakan negara yang dahulunya merupakan negara yang penuh kemiskinan namun mereka berkomitmen untuk maju bersama sehingga dalam waktu 57 tahun mereka sudah sangat maju, memiliki sistem pendidikan yang sangat baik dan tingkat perekonomian yang setara dgn negara-negara maju di dunia. Namun semua itu tidak datang secara tiba-tiba, tentunya penuh dengan kerja keras. Beliau kemudian menunjukkan gambar mengenai perkembangan teknologi telekomunikasi. Dengan lugas dan gaya penyampaian beliau yang menarik, beliau menceritakan perkembangan teknologi komunikasi mulai dari pengiriman surat menggunakan merpati pos, ditemukannya telepon, telegraph, faksimil sampai teknologi telekomunikasi mutakhir saat ini. Hal unik sempat beliau alami diawal karirnya sebagai wartawan. Alangkah sulitnya mengirim berita saat bertugas meliput di salah satu pelosok di Filipina. Kemudian cerita berlanjut saat beliau bertugas meliput piala dunia di italia pada tahun 1990. Ketika itu, fotografer liputan harus masuk ke ruangan khusus untuk mencetak gambar negatif (klise) menjadi foto. Kira-kira diperlukan 2 jam untuk mengirim sebuah foto dari Italia ke Jakarta. Beruntung saat ini sudah ada internet, semua serba sangat mudah. Kita dapat mengirimkan pesan dari manapun ke manapun dengan mudah. Apapun yang ingin kita cari, dalam hitungan detik bisa kita dapatkan. Berbada dengan saat Ibu Kepsek atau Pak Atdikbud bersekolah dahulu. Kita harus mencari dari lembar ke lembar informasi yang diinginkan. Namun tentu, teknologi itu seperti pisau bermata 2. Jika digunakan dengan baik itu dapat berguna untuk kesejahteraan namun jika digunakan untuk kejahatan maka akan sangat merugikan. Seperti contoh, pada tahun 2022 warga Singapura mengalami kerugian sebesar SGD 660 juta akibat scam. Hal itu dialami oleh warga Singapura yang memiliki latar belakang pendidikan rata-rata diatas SMA. Presiden ke 3 Indonesia, Bapak BJ. Habibie mengatakan. “dunia yg terbuka harus diimbangi dengan anak-anak Indonesia yang berilmu dan dibarengi iman dan taqwa, supaya penggunaan teknologi terkendali dan digunakan untuk kebaikan.” Beliau kemudian menyampaikan mengenai orang-orang yang dengan kiprahnya dapat mengubah dunia, yakni: 1. Alexander Graham Bell, penemu telepon 2. Martin Cooper, penemu telepon genggam 3. Steve Jobs, penemu Apple Lebih lanjut beliau bercerita mengenai Steve Jobs saat mulai membangun desktop computer yang kemudian berkembang menjadi produk-produk apple seperti sekarang. Saat ini kelayaan apple memiliki kekayaan 4 kali lebih besar dari negara Indonesia dan 10 kali dari Singapura. Sungguh kisah yang inspiratif. Teknologi itu terus berkembang. Ini bukan akhir dari inovasi teknologi. Beliau yakin bahwa ini merupakan bagian awal dari kebangkitan teknologi, “sangat mungkin suatu saat kalian lah yang menjadi pengembang teknologi.” Beliau berkata dengan penuh semangat, diikuti tepuk tangan dari para siswa. Beliau melanjutkan, “Tekun, menyenangi apa yang kita kerjakan dan konsisten. Itu merupakan kunci kesuksesan.” “Kalian pasti senang K-pop?” Beliau bertanya. “Iya Pak” Para siswa serempak menjawab. Beliau kemudian bercerita mengenai bagaimana Korea Selatan yang merdeka pada bulan dan tahun yang sama dengan kemerdekaan Indonesia dapat menjadi hebat seperti saat ini. Menjadi trend setter, berprestasi di bidang olah raga, budaya, teknologi bahkan pendidikan dan ekonomi. Korea Selatan mendidik bangsanya untuk tidak mau kalah dengan yang lain, tekun dan ingin sealu menjadi yang terhebat. Beliau melanjutkan cerita dengan flash back ke tahun 1991, saat Negara Tiongkok masih terbelakang. Namun saat ini mereka menjadi negara dengan kekuatan ekonomi kedua setelah Amerika Serikat. Beliau menekankan bahwa mereka bisa seperti itu karena seluruh masyarakat memiliki komitmen yang sama dalam memajukan negara melalui pendidikan. Beliau berpesan, “Tentukan jalanmu untuk dapat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia kedepan. Terus belajar dan berikan yg terbaik!” “Pelajari hal yang baru di Singapura tanpa harus meninggalkan budaya Indonesia. Terapkan hal yg baik untuk kemajuan bangsa.” Beliau menyampaikan kisah inspiratif dari berbagai bidang dengan sangat menarik, sehingga dapat menggugah kesadaran kita sekaligus menambah wawasan kebangsaan bagi para siswa. Kami sangat beruntung pagi ini mendapatkan bekal motivasi dan kisah inspiratif dari Pak Dubes. Terima kasih dan sehat selalu Pak Dubes.